Mendengar bayi ngorok, tentu akan menimbulkan tanda tanya, khususnya bagi orangtua baru. Bayi baru lahir cenderung bernapas secara berisik atau mendengkur, karena saluran pernapasan bayi masih sempit dan berisi lendir. Udara yang lewat melalui saluran pernapasan yang berisi lendir akan menghasilkan getaran suara pada jaringan pernapasan, sehingga menyebabkan bunyi bayi ngorok.

Bunda, bayi ngorok saat tidur adalah hal yang normal. Ini terjadi karena saluran pernapasan bayi masih sempit dan berisi lendir. ⁣Tenang, Bun, suara ngorok Si Kecil biasanya akan hilang ketika saluran pernapasannya telah berkembang sempurna dan saat ia sudah mampu menelan ludah. ⁣

Kebutuhan tidur anak-anak sekitar 10 jam sehari. Jika si kecil kurang tidur bisa berdampak pada sistem kekebalan tubuhnya, Bun. Si kecil akan mudah sakit.⁣ Demi menjaga kualitas tidurnya, Kids Massage bisa jadi solusinya. Si kecil bisa tidur nyenyak, bunda pun tenang. ⁣

Bayi juga cenderung memiliki lubang hidung yang penuh dengan cairan berbusa. Saat si kecil menarik napas masuk dan keluar, udara yang melewati genangan sekresi ini membuat suara vibrasi yang berbeda.

Oleh karena itu, saat tertidur tidak sedikit bayi yang tidur mendengkur, atau terdengar suara ‘grok grok’. Bunda dapat mengatasi bayi yang ngorok adalah dengan mengubah posisi tidur bayi dengan cara memiringkannya. Dengan cara ini akan membuat bayi menjadi lancar dalam saluran napas dan mengurangi suara ngorok.

Ketika mereka tumbuh dewasa, saluran udara mereka akan mengembang, dan bayi Anda akan belajar menelan air liur berlebih, sehingga suara dengkuran pun lambat laun akan hilang.

Jika mendengkur terus berlanjut, maka itu adalah indikasi bahwa mungkin saja saluran udara atau pernapasan bayi Anda menghalangi pernapasan mereka. Untuk itu segeralah temui dan konsultasikan pada bunda Esti untuk mendapatkan perawatan sesuai tumbuh kembangnya.
Namun, waspadai jika Si Kecil masih ngorok setiap hari meski usianya sudah lebih dari 6 bulan, atau jika ia ngorok disertai dengan gejala-gejala seperti sesak napas, demam, terlihat pucat, bibir dan kulitnya kebiruan.⁣

Hal lain yang akan diamati dokter adalah jika bayi Bunda memiliki ciri khas yang disebut laryngomalacia, yang menyebabkan napas menjadi berisik.

Ini terjadi ketika tulang rawan yang biasanya membuat saluran pernapasan terbuka belum sepenuhnya matang. Ayah Bunda juga dapat mengamati laringomalasia dengan memerhatikan bayi Anda bernapas. Jika lekukan normal di leher bayi tepat di atas tulang dada ketika mereka menghirup, ini adalah tanda laringomalasia.
Bunda juga perlu lebih waspada jika ia jadi sering terbangun karena ngoroknya, atau bila ia mengalami kesulitan makan dan minum. Kalau hal ini terjadi, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke dokter ya, Bun, agar bisa ditangani dengan baik. ⁣

 

82 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini